Polisi menangkap dua pelempar batu ke arah massa dari gedung DPRD Medan saat aksi menolak UU Cipta Kerja. Keduanya merupakan sekuriti di gedung DPRD Medan.
Pimpinan DPRD Medan mengatakan bakal meminta penyedia layanan keamanan memecat dua oknum sekuriti yang diduga melempari massa demo omnibus law dengan batu.
Video seorang pemuda yang disebut sebagai anggota ormas mengamuk di salah satu toko buah di Medan viral. DPRD pun mendesak polisi segera menangkap pria itu.
Alfian Tanjung meminta maaf secara terbuka kepada GP Ansor, Banser, dan Nahdlatul Ulama (NU) karena menyebut Banser sebagai anak dan cucu dari tokoh PKI.