Orang banyak mengenal Swiss dan Belgia sebagai produsen cokelat berkualitas terbaik di dunia. Padahal, Indonesia adalah penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia. Di kafe ini, cokelat dari Bali dan Acehpun diolah dengan gaya molecular gastronomy. Menggiurkan!
Omelette, poached eggs atau egg benecdict memang menu telur klasik untuk sarapan. Tetapi di resto ini bisa dinikmati sepanjang hari. Kalau mau menyantap beef burger gaya klasik juga bisa. Tak terlalu besar tetapi komplet isinya. Crunchy yummy!
Pecel biasanya dimakan untuk sarapan. Tetapi kalau tengah malam ingin jajan pecel komplet khas Semarangan, mampir saja ke sini. Sayurannya komplet, direbus segar dengan siraman bumbu pedas gurih. Kerupuk karak, bantal dan sate keong menambah sedap pecel ini.
Sering kesal karena kamar mandi selalu berbau tak sedap? Jangan dulu gunakan pengharum ruangan berbahan kimia. Ada baiknya bisa Anda mencoba membuat sendiri dengan bahan-bahan alami yang lebih aman.
Berdiri luas di Jalan Cemara No 81, sebuah bistro yang menyajikan aneka menu fussion dari gabungan beberapa makanan Jepang, Western, dan Indonesia siap menambah petualangan baru kuliner di Bandung.
Ketika tak ingin makan terlalu berat, tempat ini menjanjikan sesuatu yang berbeda. Seporsi Caesar Salad yang crunchy segar. Steak sandwich dengan sourdough bread dan irisan daging yang empuk gurih mantap. Dinikmati perlahan dengan suasana vintage yang nyaman. Hmm..!
Inilah gastropub pertama di Jakarta. Kecuali fondue manis dan gurih di tempat ini ada sederetan hidangan enak dinikmati dengan bir impor. Fruity beer yang dingin asam segar, enak dihirup sambil menggigit Greek pizza yang renyah dengan topping crunchy segar!