PBB meluncurkan seruan bantuan terbesar dalam sejarah, hampir US$5 miliar untuk menangani masalah kemanusiaan di Suriah, tetapi pesimistis seruan itu dipenuhi.
Laporan PBB tentang pelanggaran hak asasi manusia di Suriah meyebutkan konflik di negara itu mencapai tingkat brutal dengan digunakannya anak-anak dalam kekerasan termasuk dalam pemenggalan.
Konflik di Suriah kian memburuk. Bahkan kini konflik tersebut telah mencapai tahap baru kebrutalan. Kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terjadi setiap hari di negeri itu.
Para penyelidik HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan, ada alasan kuat untuk meyakini bahwa sejumlah senjata kimia memang telah digunakan dalam konflik di Suriah.
Sejumlah orang dilaporkan tewas dalam baku tembak antara pemberontak Suriah dan kelompok pejuang militan Lebanon, Hisbullah. Sedikitnya 15 orang tewas.
Palang Merah Internasional meminta akses ke wilayah Qusair segera dibuka untuk memberikan bantuan kepada warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran antara kelompok pemberontak dengan terntara Suriah. Ribuan warga sipil diperkirakan terjebak di kota itu.
Sebuah program radikal dan rahasia di dalam sebuah toko buku Islam di Sydney barat mendorong kaum muda Muslim Australia untuk ikut berperang di Suriah. Konflik Suriah menjadi magnet dan lahan pelatihan baru bagi militan di seluruh dunia, termasuk Australia.
Para tentara Suriah menembak mati tiga warga negara Barat di provinsi Idlib, dekat perbatasan Turki. Ketiga korban termasuk seorang wanita Amerika dan seorang pria Inggris yang keduanya muslim.