Bawaslu Jawa Timur mengaku kesulitan untuk mencari pelaku yang membuat suara 'setan' di Desa Bira Barat, Ketapang, Sampang. Bawaslu hanya merekomendasikan KPU Jatim melakukan coblosan ulang di 17 TPS di Desa Bira Barat.
Calon anggota legislatif dari Partai Demokrat, Nova Riyanti Yusuf meminta kasus pencoblosan 110 surat suara oleh Ketua KPPS TPS 19 di Blitar, Jawa Timur, Hari Patmono, tidak dipolitisir. Noriyu mempercayakan penanganan hukum pengusutan perkara kepada kepolisian.
PDI Perjuangan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada agar bisa memenangkan Joko Widodo dalam pertarungan Pilpres. Kepala daerah yang berasal dari PDIP juga sudah diminta untuk mengamankan Jokowi.
Bawaslu Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Polda Jatim turun langsung ke Desa Bira Barat, Ketapang, Sampang. Ini dilakukan untuk menindaklanjuti dugaan TPS fiktif dan ribuan surat suara tercoblos tanpa melalui prosedur di desa tersebut.
Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 masih menyisakan kejanggalan dan keanehan seperti di Sampang, Madura. Meski satu desa tidak ada TPS-nya, dan masyarakat yang masuk DPT tidak mencoblos, namun laporan di formulir C-1 tercatat ribuan suara untuk caleg.
Ketua KPPS TPS 19 di Kabupaten Blitar, Hari Patmono (50), dijadikan tersangka karena mencoblos 110 surat suara milik 2 caleg. Penetapan ini dilakukan oleh Polres Blitar dan sudah dimasukkan sel mapolres.
Hari Patmono, Ketua KPPS TPS 19 di Kabupaten Blitar tertangkap Panwaslu karena mencoblos 110 surat suara milik 2 caleg. Namun, hingga saat ini dia belum mengungkap apakah pencoblosan itu merupakan pesanan kedua caleg tersebut.
Ada insiden saat Hari Patmono, Ketua KPPS yang mencoblos 110 surat suara untuk 2 caleg akan dibawa ke Mapolres Blitar. Dia berusaha memukul wartawan yang saat itu tengah mengambil gambar dirinya.