"Memang pantas kita marah karena nabi kita dihina. Tapi kapan kita berhenti membalas mereka dengan demonstrasi?" ungkap mantan Menteri Agama Tarmizi Taher.
Terpukul, prihatin, dan maaf. Hanya kata-kata itu yang diandalkan sebagai 'pelipur lara' atas perampasan handphone dan pelecehan seksual terhadap seorang wartawati oleh bonek.