TK pernah menjuluki SBY sebagai jenderal cengeng. SBY kemudian membalas dengan mempecundangi Mega dalam Pilpres. Lantas TK nyaring beroposisi pada SBY. Namun kemudian SBY dan TK justru makin mesra.
Selama ini TK ngotot menyatukan PDIP dengan pemerintahan SBY dinilai semata alasan pragmatis, ikut berkuasa akan lebih mudah mengakses dana untuk biaya partai. Wikileaks mengubahnya; TK dalam tekanan SBY.
Sejak periode kedua kepemimpinannya (terlebih lagi selama tahun 2011 ini) presiden SBY beserta konco-konconya selalu saja mempertontonkan kepada rakyatnya sendiri pementasan ketoprak politik.
Koran Australia The Age menggempur Presiden SBY atas tudingan penyalahgunaan kekuasaan. The Age bahkan menuding Ibu Negara Ani Yudhoyono, memegang kendali di belakang Presiden SBY dan mengeruk keuntungan finansial.
Seskab Dipo Alam menilai sejumlah tokoh lintas agama memainkan kontroversi Ahmadiyah agar situasi kian gaduh. Pernyataan Dipo itu dibantah para tokoh lintas agama.
Menteri Pertanian mulai menjadi rebutan. Demokrat juga mengusungkan Ketua fraksinya, Jafar Hafsah untuk menggantikan Suswono. Jafar pun menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada presiden SBY.
Jajaran petinggi PKS mengumpulkan 4 menterinya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. PKS mengimbau menterinya bekerja lebih giat tanpa terganggu gonjang-ganjing perpolitikan.