April 2009 neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 2,08 miliar, nilai ekspor pada April 2009 terhitung lebih tinggi dibandingkan impor meskipun keduanya mengalami penurunan.
Sejumlah indikator ekonomi RI mulai menunjukkan perbaikan. "Situasi ternyata kontraproduktif dari perkiraan sebelumnya yang diperkirakan memburuk akibat krisis global," ujar Menkeu Sri Mulyani.
Pasar saham dalam negeri dibayangi tekanan karena melemahnya Wall Street dan regional. Indeks Harga Saham Gabungan masih akan berfluktuasi dengan cepat di antara jalur hijau dan merah.
Pertumbuhan ekonomi Asia di 2010 akan kembali pulih dan diperkirakan mencapai 5,6%. Angka ini dua kali lipat dari perkiraan pertumbuhan Asia di 2009 yang sebesar 2,7%.
Neraca Pembayaran RI di triwulan I-2009 naik signifikan dengan mencatat surplus hampir US$ 4 miliar, melonjak dari periode yang sama 2008 yaitu US$ 1,032 miliar.
Neraca Pembayaran RI di triwulan I-2009 naik signifikan dengan mencatat surplus hampir US$ 4 miliar, melonjak dari periode yang sama 2008 yaitu US$ 1,032 miliar.
Maraknya penyebaran flu babi yang melanda banyak negara belum memberikan pukulan terhadap pasar saham dalam negeri. Kembalinya investor asing ke pasar saham akan membuat sentimen flu babi terpinggirkan sejenak.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di awal pekan ini diprediksi mulai konsolidasi. Ada beberapa kejadian yang membuat pelaku pasar memilih untuk wait and see dulu.
Indonesia dan Vietnam jajaki kerjasama pasar ekspor bersama ke negara-negara tujuan ekspor. Kerjasama ini didorong oleh adanya kesamaan produk kedua negara.