Krakatau Steel diminta untuk memantau pergerakan industri baja pasca berlakunya Asean China Free Trade Agreement (AC-FTA) sebelum melangsungkan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO).
Dari 12 kelompok pos tarif dalam Asean-China Free Trade Agreement (AC-FTA), hanya tiga kelompok pos tarif yang berhubungan dengan produk- produk BUMN yaitu besi baja, permesinan dan kimia organik.
Bergulirnya perdagangan bebas atau ASEAN-China Free Trade Agreement /AC-FTA (Normal Track 1/NT 1 per 1 Januari 2010) sedikit banyak akan mempengaruhi konstelasi industri baja nasional.
BUMN mendorong pemerintah segera menerapkan label SNI terhadap produk-produk China yang akan masuk setelah diberlakukannya ASEAN-China Free Trade Agreement (FTA).
Krakatau Steel mengimbau pemerintah mengawasi seluruh komoditi baja yang masuk dari China, dan jika ditemukan produk yang tidak sesuai standar internasional, maka harus diberantas.
Libur-libur panjang yang berlangsung marathon sepanjang pekan-pekan terakhir bulan Desember 2009 dipastikan mengurangi produksi beberapa sektor industri dalam negeri.
Rencana joint venture pembangunan pabrik baja antara Posco dengan Krakatau Steel berpotensi gagal dengan adanya Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China.
Kementerian Negara BUMN mengungkapkan hanya akan ada 3 BUMN yang masuk lantai bursa di tahun 2010, yaitu PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Garuda Indonesia, dan PT Krakatau Steel.
Kalangan pengusaha baja dalam negeri memastikan konsumsi baja lokal pada tahun 2009 mengalami penurunan tajam. Penurunan konsumsi itu diperkirakan turun dari 9 juta ton menjadi 5,9 juta ton dibandingkan tahun 2008 lalu.