Pihak militer Iran mengklaim telah menangkap pesawat mata-mata tak berawak milik Amerika Serikat yang menyusup masuk ke wilayah udaranya. Hal ini menunjukkan kelemahan AS terhadap Iran.
Militer Iran akan merespons keras setiap pelanggaran wilayah udara yang dilakukan AS. Hal ini disampaikan menyusul insiden penyerangan pesawat tak berawak milik AS oleh dua jet tempur Iran.
Perusahaan rekayasa teknik asal Jerman, Siemens membantah tuduhan Iran yang menyebut mereka menanam alat peledak pada perangkat nuklir milik negara itu
Latihan rudal Iran yang berlangsung tiga hari telah selesai dilakukan pada 4 Juli kemarin. Rudal-rudal itu diklaim bisa menghancurkan pangkalan-pangkalan militer AS dalam sekejap.
Iran kembali menegaskan niatnya untuk memproduksi duplikat pesawat mata-mata AS. Hal ini setelah Iran memperoleh cukup informasi dari pesawat jenis RQ-170 Sentinel tersebut.
Iran mendapat sanksi dan ancaman internasional terkait program nuklirnya. Bagi pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, itu menunjukkan besarnya pengaruh dan kekuatan Iran.
Iran kembali melakukan uji coba terhadap rudal jarak jauhnya. Rudal Iran kali ini diperkirakan bisa mencapai lebih dari Israel. Peluncuran rudal ini dilakukan di tengah ketegangan antara Barat dan Teheran.