Cuitan SBY di medsos soal kemungkinan penegakan hukum di RI dibeli menuai sorotan. Partai koalisi maupun oposisi pemerintah mempertanyakan konteks cuitan SBY.
Yusril Ihza Mahendra bersilat lidah dengan dua elite Partai Demokrat, Rachland Nashidik dan Andi Arief, soal gugatan AD/ART partai berlambang logo Mercy itu.
PD menggandeng 13 kuasa hukum, yang di antaranya ada Bambang Widjojanto (BW), dalam gugatan perlawanan hukum terkait KLB Deli Serdang. Begini jejak BW.
"Putusan itu sama sekali tak masuk atau menyinggung kasus sudah menang atau belum Jokowi dalam Pilpres 2019," kata Yusril soal putusan MA terkait Peraturan KPU.
"Seharusnya pihak KPU menunda proses tahapan Pilpres ketika permohonan uji materil kami telah teregister oleh MA pada tanggal 14 Mei 2019," ujar Rachmawati
Waketum PD Benny Harman menyebut cara berpikir Yusril dalam gugatan AD/ART di MA seperti Hitler. Yusril justru menyebut Benny mengikuti kuliahnya di UI.