Perajin tahu dan tempe di Sidoarjo mengeluhkan harga bahan baku kedelai impor. Harga kedelai impor di koperasi Rp 10.800/kg. Sementara eceran Rp 11 rib/kg.
Perajin tahu dan tempe mengeluhkan harga kedelai impor yang naik. Satgas Pangan Polda Jatim lalu turun ke para agen dan distributor melakukan pengecekan.
Di Bandung, tahu mengalami kelangkaan di pasar akibat perajin mogok produksi. Sementara di Ciamis, para perajin memperkecil ukuran tahu dan tetap berproduksi.
Kenaikan harga kedelai membuat perajin tahu dan tempe di Parepare menjerit. Mereka terpaksa memperkecil ukuran tahu dan tempe agar tetap bisa berproduksi.
Indonesia sebagai negara dengan konsumsi kedelai terbesar di dunia setelah China. ironisnya bahan baku untuk tahu-tempe tersebut justru masih banyak diimpor.
Aksi mogok yang dilakukan oleh perajin tahu dan tempe berimbas pada penjual gorengan di pinggir jalan. Ada menu yang hilang di gerobak penjual gorengan.
Kini, tahu dan tempe sudah kembali lagi dijual tukang gorengan. Salah satunya tukang gorengan di kawasan Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat yang bernama Sutara.