Trump mengancam akan menghancurkan pusat ekspor minyak Iran jika kesepakatan untuk mengakhiri perang tidak tercapai segera. Diskusi serius sedang berlangsung.
"Jadi kondisi 1997 terbalik dengan kondisi sekarang. Kalau dulu kita ekspor 1 juta barel per hari, sekarang kita impor 1 juta barel per hari," kata Bahlil.
Trump mengatakan dirinya lebih memilih untuk "mengambil minyak" di Iran, dan mengisyaratkan bahwa AS dapat merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Teheran.