Istilah Big Data menggaung di publik usai Menko Marves Luhut Pandjaitan mengklaim miliki big data yang setuju agar Pemilu 2024 ditunda. Apa itu Big Data?
Luhut mengklaim mempunyai big data suara 110 juta pengguna media sosial ingin pemilu 2024 ditunda. Wacana pemilu ditunda ini pun ditentang oleh sejumlah partai.
Presiden Jokowi dapat berkaca untuk menjadi negarawan seperti Obama. Atau, dari tingkah elite partai seperti Harmoko yang dalam sekejap bisa menjadi "brutus".
Anggota DPR Masinton Pasaribu dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI karena menyebut Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebagai brutus Istana.
MKD DPR tengah memverifikasi laporan terhadap Masinton Pasaribu yang menyebut Menko Luhut 'brutus' istana. MKD akan menggelar pleno jika laporan legkap.
ICW meminta Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan segera membalas surat terkait big data penundaan Pemilu 2024. ICW masih menunggu balasan surat dari Luhut.
Jubir Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi mengatakan big data penundaan Pemilu 2024 milik internal Luhut. Dia menyebut tidak wajib dibuka.
Masinton Pasaribu dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR karena pernyataannya terhadap Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan terkait sebutan 'brutus'.