Negara Teluk menjanjikan investasi di AS untuk melobi Trump. Tapi dengan harga minyak yang anjlok, mungkinkah Negara Teluk masih mengandalkan diplomasi minyak?
Sejumlah konglomerat yang sebelumnya mendukung Donald Trump dalam Pilpres kini mengkritik keras kebijakan tarif impor balasan Presiden Amerika Serikat (AS) itu.
Dari kendali atas mineral langka, upaya investasi teknologi hingga pasar domestik yang besar inilah amunisi China dalam menghadapi perang dagang dengan AS.
Setelah krisis darurat militer di bawah mantan Presiden Yoon Suk Yeol, Korea Selatan kini menghadapi pemilihan umum yang penuh ketegangan pada 3 Juni mendatang.