Liburan semester 3 kemarin aku bersama keenam teman lainnya (Ira, Bunga, Yoga, Tista, Dilla, dan Ade) berwisata ke Pangandaran. Rencana awal sebenarnya kami ingin berkunjung ke Pulau Tidung.
dugong lebih susah ditemui, karena sifatnya yang sangat pemalu. Hidup di perairan dangkal, satwa yang punya nama lain sapi laut ini, kerap muncul di hamparan padang lamun yang ada di pesisir pantai.
Seekor hiu tutul kembali terperangkap jaring milik nelayan. Ikan sepanjang 8 meter yang sudah tak bernyawa itu ditarik ke pesisir Kenjeran. Bangkai hiu itu ditawarkan Rp 2 juta.
Demi snorkeling di pantai yang bersih, kami rela menempuh perjalanan selama 12 jam dari Surabaya ke Jepara dengan naik Elf (6 jam), terus naik kapal laut ke Karimun Jawa (6 jam). Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan.
Lelahnya menempuh perjalanan selama kurang lebih 12 jam dari Surabaya, terbayar begitu kapal ekonomi KMP Muria merapat di dermaga Karimun Jawa. Tiba-tiba bangga menjadi anak pantai!
Ada beberapa bagian tubuh yang ternyata tidak terlalu berfungsi di zaman modern ini. Bagian-bagian tersebut kebanyakan adalah sisa-sisa proses evolusi yang masih tertinggal.
Bukannya dipermudah, malah dipersulit. Begitu ungkapan yang pas untuk para mahasiswa yang mengikuti lomba kendaraan irit BBM dari Malaysia beberapa waktu lalu. Mobil-mobil mereka ditahan Bea dan Cukai di pelabuhan Tanjung Priok.
Melakukan perjalanan ke Karimunjawa, dicatat dari kota besar terdekat menuju lokasi, kali ini Semarang. Perjalanan dimulai dari Stasiun Semarang Tawang ke Terminal Terboyo menggunakan angkutan umum atau taksi.
Bayangkan bila Anda bisa menikmati santap makanan di atas jok mobil antik! Ya, selain dimanja dengan masakan yang rasanya tak perlu diragukan, properti restoran ini tak kalah mewah dan unik dari resto-resto yang pernah ada di Kota Pahlawan.