Kekejaman Muammar Khadafi pada rakyatnya memang tidak terpuji. Namun serangan pasukan sekutu yang dimotori AS kepada rezim Khadafi juga banjir kecaman, termasuk dari politisi Indonesia.
Amerika Serikat (AS) segera mengalihkan kendali atas operasi militer di Libya dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil di tengah munculnya spekulasi bahwa kepemimpinan AS dalam penyerangan terhadap Libya akan berlanjut.
Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin pada hari Senin mengecam "tren yang stabil" intervensi militer AS di seluruh dunia. Dia menuding Washington bertindak tanpa hati nurani atau logika.
Krisis politik di Libya memasuki babak baru saat negara-negara NATO mulai membombardir negeri pimpinan Moammar Khadafi tersebut. PBNU mengutuk keras intervensi asing dalam krisis Libya dan negara-negara Timur Tengah lainnya.
Pasukan keamanan sekutu yang tergabung dalam NATO membombardir Libya. Sulit jika aksi tersebut dikatakan tak sesuai dengan aspirasi negara-negara Arab.