Jaksa menuduh latihan militer milisi Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) di Aceh untuk menebar teror. Targetnya, menurut jaksa, adalah aktivis LSM asing dan kepentingan asing di Aceh.
Logistik kelompok milisi Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) di Aceh dipikul satu persatu ke tempat latihan di perbukitan. Logistik itu berupa makanan hingga persenjataan. Para milisi tidak khawatir aktivitasnya itu tercium polisi karena jauh dari pemukiman.
Dalam sidang dakwaan Ketua Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Jakarta, Abdul Haris, jaksa penuntut umum menyebut Abu Bakar Baasyir yang memimpin langsung pencarian dana untuk teroris Aceh.
Untuk merampingkan perut orang biasanya melakukan latihan sit-up. Tapi sayang banyak yang mengeluh sit up bikin sakit di bagian punggung dan tulang ekor. Keluhan itu jarang muncul pada suspension training, salah satu cara mengencangkan perut yang dilakukan para tentara.
Tersangka kasus terorisme di Aceh, Sofyan Tsauri, memberikan kesaksian soal senjata yang didapatnya untuk pelatihan di Aceh. Dia mengaku senjata itu dia beli untuk anggota polisi di luar kota.
Tersangka kasus terorisme, Sofyan Tsauri, mengaku membeli senjata atas permintaan almarhum Dulmatin. Dalam jual beli senjata tersebut, Sofyan mengaku tidak dapat untung. Bahkan Dulmatin masih utang kepadanya.
Majelis hakim Pengadilan Negeri Depok diminta menolak seluruh keberatan yang diajukan oleh Sofyan Tsauri. Persidangan terdakwa dugaan teroris ini harus dilanjutkan.