Serangan udara koalisi terus dilancarkan atas Libya. Pemerintah Libya pun menuding NATO membunuhi rakyatnya sebagai bagian dari plot global untuk melemahkan negara itu.
Badai demokrasi telah melanda sekaligus mengubah wajah dunia Arab. Pun kini Libya yang tak jua berhenti bergolak. Setelah diamuk pemberontak pro demokrasi, Khadafi harus menghadapi pasukan sekutu.
Badai demokrasi benar-benar telah melanda sekaligus mengubah wajah dunia Arab. Dari artikuasi di mimbar-mimbar demonstrasi, hingga bermetamorfosa menjadi bahasa moncong-moncong senjata.
Presiden AS Barack Obama memberikan tanggapan terkait kritikan terhadap operasi militer sekutu di Libya. Obama mengklaim operasi tersebut berhasil melindungi warga tak bersalah yang terancam 'pertumpahan darah' oleh Muammar Khadafi.
AS menyerahkan komando tentara Sekutu dalam operasi Libya kepada NATO. NATO pun menunjuk seorang Jenderal Bintang Tiga dari Kanada, Letnan Jenderal Charles Bouchard untuk memimpin operasi melindungi warga sipil dari pasukan Kolonel Khadafi ini.