Tempura, gorengan khas Jepang yang paling populer ini tak sulit dibuat sendiri. Udangnya harus segar dan besar sehingga rasanya gurih enak. Balutan tepung yang renyah makin asyik dicelup saus soya yang gurih sedap.
Buntak-buntak ini terkapar tak berdaya, tubuhnya berkerut mengecil terkena panas minyak penggorengan. Mereka bilang buntak sangat gurih dan enak dijadikan lauk.
Restoran Cina ini menempati bangunan tua bersejarah gaya Cina-Eropa. Menu andalannya, dim sum, bebek Peking, dan sup burung dara yang lezat. Supnya tersaji dalam bilah bambu yang wangi dan panas mengepul. Slruup...hangat mengelus lidah. Sungguh istimewa!
Udara pagi yang dingin paling pas ditumpas dengan sarapan dim sum yang hangat mengepul. Di antara ratusan jenis dim sum, yang satu ini selalu jadi incaran. Berbentuk bulat panjang, lentur dan kenyal jika digigit. Wah, sedapnya!
Buat penggemar steak, ada banyak pilihan steak di kafe ini. Bahkan yang ingin makan beefsteak dan udang juga bisa langsung mencicipinya dalam satu porsi. Lumuran saus BBQ yang gurih-gurih wangi membuat steak yang hangat jadi makin lezat.
Sedang lapar berat? Mampirlah resto ini. Tinggal tunjuk dan sebut ingin lauk apa. Semuanya disajikan hangat mengepul. Gulai kepala ikan, daging masak petai, garo bunga pepaya, keripik kentang atau udang bakar? Semuanya sedap disuap dengan nasi hangat. Yuk, mari!
Selama 10 hari pencinta kuliner bisa menikmati hidangan asli dari Thailand. Diracik oleh dua orang chef khusus yang didatangkan dari Thailand. Promo ini tentunya sayang untuk dilewatkan.