Elon Musk kembali menjadi kontroversi setelah Wall Street Journal (WSJ) mengungkapkan tuduhan bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak magang.
Perampingan besar-besaran sejak tahun 2023 di perusahaan mobil listrik Tesla telah mengurangi jumlah karyawan secara global menjadi sekitar 121 ribu orang.