Keluarga korban mutilasi yang ditemukan di Tarumajaya, Bekasi tiba di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati tadi siang. Setelah meneliti fisik mayat, keluarga meyakini korban adalah Amah.
Meski polisi sudah memastikan bahwa wanita hamil korban mutilasi adalah Amah, namun sejumlah pihak masih percaya bahwa korban adalah Wati. Hal itu diyakini karena mayat tersebut memiliki kuku jempol kaki sempal, sama dengan Wati.
Pelaku mutilasi Amah, Sutrisno sudah ditangkap polisi. Sutrisno yang tega memotong tubuh wanita yang diduga dihamilinya ini terancam hukuman penjara 15 tahun.
Polisi sudah memastikan korban mutilasi yang ditemukan di Taruma Jaya, Bekasi bernama Amah binti Sugih. Bapak dan kakak kandung Amah pun sudah tiba di Polres Bekasi dari Bangkalan Madura untuk diambil sampel darahnya.
Polisi memastikan korban mutilasi di Taruma Jaya, Bekasi bernama Amah binti Sugih. Bukan Parwati alias Suwati alias Wati yang dikenal sopir angkot 106 jurusan Lebak Bulus-Parung.
Jenazah korban mutilasi di Tarumajaya, Bekasi, Amah alias Wati didatangi pacarnya, VI di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati pada malam tahun baru pukul 22.00 WIB. VI adalah sopir angkot 106 jurusan Lebak Bulus-Parung.
Korban mutilasi di Tarumajaya, Bekasi telah diketahui identitasnya bernama Amah binti Sugih. Namun, muncul pengakuan dari beberapa sopir angkot 106 jurusan Lebak Bulus-Parung, korban justru dikenal sebagai Parwati alias Wati.
Pelaku mutilasi Amah, Sutrisno, ditangkap di rumahnya di kawasan Bekasi tanpa perlawanan. Bapak 5 anak ini ditemukan menyimpan tas dan baju milik Amah.