Gempa yang terjadi di Sumatra Barat tanggal 30 September lalu membuat gerai Matahari Putra Prima (Matahari) di Padang berhenti beroperasi, karena mengalami kerusakan struktur.
Kenaikan jumlah penumpang bus Bandung-Padang pasca gempa ternyata didominasi oleh warga Bandung yang akan bekerja di Padang yang mencapai 90 persen. Sementara sisanya adalah warga padang yang tinggal di Bandung.
Jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi jurusan Bandung-Padang meningkat drastis pasca gempa di Padang, Sumatera Barat. Bahkan, setiap harinya jumlah kursi yang tersedia selalu penuh terisi.
Gempa yang melanda kawasan Padang dan sekitarnya menggugah hati banyak orang. Oppie Andaresta ingin terjun langsung untuk menyembuhkan trauma gempa pada anak-anak.
Alih-alih menunggu bantuan tenda darurat, warga Nagari Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat membuat rumah bilik secara swadaya. Puing-puing rumah yang hancur mereka jadikan bahan rumah bilik itu.
Nasib baik masih berpihak kepada Sutan Muban dan seorang anaknya. Keduanya luput dari maut meski sempat terseret tanah longsor sejauh 200 meter. Sayang seorang anak Sutan lainnya, hilang setelah lepas dari dekapannya.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melepas bantuan hasil pengumpulan dari Perhimpunan Keluarga Minang bersama pihak lainnya untuk Sumbar. Bantuan senilai Rp 250 juta itu berupa sembako, pakaian, dan obat.
Wilayah Sumatera Barat belum lepas dari ancaman gempa. Setelah gempa 7,6 SR yang menewaskan ratusan orang, kali ini gempa yang relatif kecil kembali menggoyang tanah Minang.