Seorang warga dikabarkan tewas diterkam harimau di Jambi. Namun sejauh ini pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi belum mengetahui identitas korban.
Departemen Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Riau menyita dua ekor harimau yang mati dibantai warga. Kini barang bukti itu diamankan.
Pasca tiga harimau tewas dijerat warga, kini giliran beruangĀ menjadi korban perburuan liar. Beruang itu juga dijerat warga lantas dibunuh. Kulit dan anggota tubuh lainnya kemudian diperjualbelikan.
Konflik antara manusia dan harimau kembali terjadi di Riau. Kali ini tiga ekor harimau sumatera dibunuh warga dengan cara yang sadis. Alasannya binatang buas ini memangsa ternak warga.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jawa Timur di Jember mengamankan 1.800 butir telur penyu hijau. Telur-telur itu diamankan dari dari 2 warga Puger.
BKSDA Jambi, berhasil menangkap satu ekor harimau. Perangkap sengaja dipasang, karena dua orang warga Kabupaten Muara Jambi tewas diserang binatang langka ini.
BKSDA Sumbar menduga masuknya 3 harimau ke pemukiman warga di Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota karena habitat mereka kian terdesak. Fenomena ini selalu terjadi setiap ada kebakaran hutan.
Perasaan cemas menghantui warga Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. Sebab sejak dua pekan terakhir tiga harimau Sumatera yang diduga kelaparan sering muncul di sekitar perkampungan mereka.
Paus yang terdampar di kawasan hutan Mangrove, Pulau Serangan, Denpasar dievakuasi. Dari delapan ekor paus, hanya dua ekor yang berhasil dievakuasi sedangkan enam lainnya telah membusuk.