Saham PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) bak kehilangan taji usai Auto Reject Atas (ARA) enam hari beruntun sejak pertama kali melantai di BEI pada Kamis (10/7).
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyebutkan perusahaan tersebut mengalihfungsikan lahan hutan melalui aktivitas kemitraan kebun kayu di Batang Toru.