Freddy Budiman bukan orang sembarangan. Dia sempat mengatur bisnis haramnya dari balik jeruji besi hingga bisa nyabu dengan model cantik di dalam lapas.
Usai divonis mati, Freddy dipindah ke LP Nusakambangan. Di dalam bui ia tetap mengendalikan jaringannya, termasuk impor 50 ribu butir pil ekstasi dari Belanda.