Walaupun Kongres Luar Biasa PSSI telah berlangsung relatif lancar, bukan berarti keruwetan sepakbola nasional sudah terurai. Masih ada masalah di BTN dan federasi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono SBY bertolak menuju Denpasar, Bali. Agenda utama di sana adalah memimpin pertemuan ke empat forum Panel Tingkat Tinggi tentang Agenda Pembangunan Pasca-2015 yang diselenggarakan PBB.
Pertemuan antara Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) dan ketua DPD PD pada Minggu (24/3) mengambil sejumlah keputusan. Salah satunya, menyepakati Kongres Luar Biasa (KLB) PD tanpa voting alias aklamasi.
Sebanyak 25 Ketua DPD PD mendaulat Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketua Umum PD. Sejumlah anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) berharap SBY menerima mandat tersebut.
Wakil Sekjen Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan meyakini pengurus dan kader partai akan solid memberi dukungan bila Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih menjadi ketum partai.
25 DPD Partai Demokrat (PD) meminta Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun langsung memimpin partai dari kursi ketum. Ada tiga alasan utama DPD-DPD PD mendorong SBY. Apa saja?
Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan yakin kinerja pemerintah tidak akan terganggu bila Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi ketum partai. SBY diyakini akan tetap 100 persen fokus mengurusi negara.
Sebanyak 25 Ketua DPC PD mendaulat Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketua Umum PD. Kalangan Majelis Tinggi PD memberikan dukungan.