Turunnya tarif KRL pada 1 Juli mendatang diprediksi akan menyebabkan meningkatnya volume penumpang angkutan ini. Penumpang diperkirakan naik 10 persen.
Kenaikan BBM membuat tarif angkutan naik. Namun hal berbeda terjadi pada tarif KRL yang justru mengalami penurunan dari tarif progresif awal: Rp 2 ribu untuk 5 stasiun pertama dan tiap 3 stasiun berikutnya Rp 500.
Karyawan outsourcing PT KA Commuter Jabodetabek akan menggelar demonstrasi di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat. Pelayanan KRL Commuter Line akan terganggu akibat demo ini.
Pegawai outsourcing PT KA Commuter Jabodetabek (KCJ) melakukan aksi demonstrasi. Akibatnya, pengguna kereta terhambat bahkan nyaris ribut di Stasiun Bojong Gede, Bogor.
Rencana pembangunan apartemen sederhana (rusunami) garapan Perum Perumnas dan PT KAI (Persero) di kawasan Stasiun Tanjung Barat masih terkendala kesepakatan kedua pihak.
Semua KRL Jabodetabek hanya dilayani kereta AC. Program penarikan KRL AC berjalan hingga akhir Agustus 2013, sehingga mulai 1 September semua KRL Jabodetabek menggunakan AC.
Pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek akan dapat kemudahan pasca penerapan tarif progresif per 1 Juli 2013. Tarif KA akan turun drastis berkat subsidi pemerintah.
Direktur Utama KAI Ignatius Jonan menjelaskan pasca pemberian subsidi untuk penumpang KRL AC Jabodetabek, mulai 1 Juli 2013 menggunakan tarif KRL progresif.