detikFinance Senat AS Setuju Paket Stimulus Ekonomi US$ 157 Miliar Komite Keuangan Senat AS akhinya memberikan persetujuan untuk paket stimulus ekonomi US$ 157 miliar. Kamis, 31 Jan 2008 09:39 WIB
detikFinance Wall Street Masih Bergejolak Bursa saham di Wall Street masih sangat bergejolak. Sempat dibuka menguat oleh sentimen lonjakan laba Microsoft, Wall Street akhirnya ditutup melemah. Sabtu, 26 Jan 2008 11:33 WIB
detikFinance BI: Jangan Hilang Kewaspadaan Pasar finansial sudah rebound. Namun para investor sebaiknya tetap waspada karena pelemahan ekonomi AS belum akan sirna hingga beberapa bulan mendatang. Rabu, 23 Jan 2008 14:06 WIB
detikFinance Situasi Ekonomi Dunia 'Serius' Perekonomian dunia kini dalam kondisi 'serius' menyusul pelemahan ekonomi AS. Seluruh dunia diprediksi takkan luput dari dampak pelemahan ekonomi AS. Selasa, 22 Jan 2008 09:06 WIB
detikFinance Pasar Saham Panik Lagi, Bursa Eropa Terburuk Sejak 9/11 Bursa saham regional kembali dilanda kepanikan. Bursa saham di Eropa bahkan mencatat penurunan terbesar sejak peristiwa 9/11. Panik! Selasa, 22 Jan 2008 08:34 WIB
detikFinance Bursa Regional Berguguran Lagi Jurus ampuh yang dirilis Presiden Bush belum mampu memberi keyakinan ke pelaku pasar. Bursa-bursa saham Asia kembali berguguran. Senin, 21 Jan 2008 12:54 WIB
detikFinance Bursa Regional Bisa Bikin Tepar Bursa-bursa regional kembali kacau balau setelah paket kebijakan yang diumumkan Presiden AS George Walker Bush dinilai mengecewakan. Senin, 21 Jan 2008 08:30 WIB
detikFinance Rupiah Kembali Terpuruk Nilai tukar rupiah kembali melemah ditengah situasi pasar finansial dunia yang sedang amburadul. Jumat, 18 Jan 2008 08:44 WIB
detikNews Gigit Polisi, Penderita HIV Dihukum 12 Bulan Penjara Seorang pria yang positif mengidap HIV menggigit seorang polisi. Buntutnya, pria berusia 28 tahun itu divonis 12 bulan penjara. Kamis, 17 Jan 2008 13:57 WIB
detikFinance Mengemis Soal Harga Minyak, Presiden Bush Menyedihkan Sikap Presiden AS George W Bush yang mengemis agar negara-negara Timteng menambah produksi demi menurunkan harga minyak dinilai 'menyedihkan'. Rabu, 16 Jan 2008 10:33 WIB