Meski sudah mendapat gelar S-2, Kadiyono tidak lantas mencari pekerjaan. Tukang tambal ban asal Kendal ini bercita-cita menjadi dosen. Kini ia sedang mencari program beasiswa agar bisa kuliah lagi dan mengejar S-3.
Kadiyono (46) kesal membaca berita jual beli ijazah yang ramai belakangan ini. Di sisi lain, ia banting tulang demi meraih gelar sarjana dan pascasarjana. "Kepuasan itu ketika dapat ilmunya, bukan lulus sekadarnya," kata tukang tambal ban asal Kendal ini.
Sebagian orang menempuh jalan pintas. Cukup mengeluarkan uang, tak perlu kuliah, lalu ijazah pun keluar. Sebaliknya, di Kendal, Jateng, seorang tukang tambal ban susah payah untuk kuliah. Perjuangannya sukses, gelar S-2 direngkuh. Bagaimana kisahnya?