Dapatkah Pancasila didekati sebagai semacam puisi, ditafsirkan secara lentur? Atau, bagaimana jika Pancasila ditafsirkan secara kreatif melalui karya seni?
Seni kontemporer makin berkembang di kalangan seniman-seniman muda. Termasuk berkarya dengan endapan dan ampas kopi yang kerap digeluti oleh para seniman muda.