Gangguan kecemasan bukan hanya dipicu oleh situasi yang mengerikan saja. Tetapi beberapa hal sederhana yang merupakan bagian dari keseharian Anda juga dapat memicu gangguan kecemasan, serta mempengaruhi suasana hati.
Kerap menerima keluhan anak Anda suka 'berkeliaran' alias jalan-jalan di kelas saat pelajaran berlangsung? Jika ya, saatnya Anda mengajarkan kedisiplinan untuk anak.
Dalam pemberitaan akhir-akhir ini kerap terdengar kasus penyalahgunaan narkoba. Stres yang dialami warga Ibukota ditengarai bisa meningkatkan penggunaan narkoba.
Jika anak lebih suka jajanan berlemak tinggi, para orang tua sebaiknya waspada. Sebab baru-baru ini sebuah studi mengemukakan bahwa mengonsumsi makanan berlemak tinggi selama seminggu saja dapat mengakibatkan hiperaktif.
Anak-anak pasti suka junk food atau gorengan. Konsumsi makanan berlemak tidka hanya berisiko obesitas tetapi juga memperngaruhi prilaku dan prestasi belajar anak. Hasil temuan penelitian di Amerika ini penting sebagai acuan penyusunan menu anak.
Kelebihan berat badan dan obesitas pada anak-anak tidak hanya dapat mempengaruhi kesehatan fisiknya di saat dewasa saja. Anak dan remaja yang tidak memiliki berat badan yang sehat juga berisiko dua kali lipat mengalami masalah mental dan perilaku.
Sama seperti orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami gangguan kesehatan mental. Bahkan, hampir 1 dari 5 anak dapat terganggu oleh penyakit mental. Orangtua harus mampu mengenali tanda-tandanya.
Gangguan perkembangan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) sering terjadi pada anak-anak. Anak dengan ADHD, umumnya tidak bisa diam dan selalu gelisah. Ternyata gangguan hiperaktif ini bisa diatasi dengan menerapkan diet sehat.
Bukan hanya narkoba dan obat-obat ilegal saja yang bisa membuat pemakainya rentan melakukan tindak kekerasan. Obat-obatan legal yang dipakai dengan resep dokter pun dapat mengakibatkan hal serupa, bahkan dapat berujung pada pembunuhan.