Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) memberikan arahan kepada perwira menengah hingga perwira tinggi Mabes Polri. BHD meminta agar seluruh jajarannya solid dan mendukung Komjen Pol Timur Pradopo sebagai calon Kapolri.
Indonesia Police Watch (IPW) berpendapat calon tunggal Kapolri, Komjen Pol Timur Pradopo, memiliki sejumlah catatan hitam. IPW meminta agar DPR mengembalikan nama Timur ke SBY.
Sebelum memilih Komjen Pol Timur Pradopo menjadi calon tunggal Kapolri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mendapatkan berbagai pertimbangan dari berbagai pihak. Timur dipilih sesuai jenjang kepangkatan karir dan pendidikan yang telah dilewati.
Kabar rekening gendut perwira Polri sempat menyedot perhatian masyarakat. Kepolisian pun sering dinilai sebagai institusi yang dekat praktik korupsi. Karena itu, pantas jika 'polisi tidak terima setoran' menjadi tagline bagi kapolri baru.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memilih Komjen Pol Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kapolri. Mantan Kapolda Metro Jaya itu dipilih karena dianggap bisa mengurangi politisasi dari luar Polri dan bisa menyatukan internal Polri.
Pencalonan Komjen Pol Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kapolri juga diikuti dengan munculnya isu kekerasan dan pelanggaran HAM pada mahasiswa Trisakti pada tahun 1998. Timur yang kala itu menjabat sebagai Kapolres Jakarta Barat dinilai hanya menjalankan perintah pengamanan dari pimpinan ABRI.
MPR menyambut positif pilihan Presiden SBY dengan menunjuk Komjen Timur Pradopo sebagai calon Kapolri. MPR menyarankan para Jenderal Polri merapatkan barisan mendukung kepemimpinan Timur.
Munculnya nama Irjen Pol Timur Pradopo sebagai calon Kapolri tunggal yang diajukan ke DPR memang di luar perkiraan. Siapa menyangka di last minute nama Timur muncul?