Penggila gadget Apple pasti sempat dibuat penasaran saat mendengar kabar Apple Store akan dibikin di Pasaraya Grande, Blok M. Namun saat coba dikonfirmasi ke pihak terkait, ternyata toko tersebut bukan milik Apple.
Sedangkan kabar bagusnya, mereka berhasil menjual BlackBerry Z10, ponsel cerdas yang harganya Rp 11 juta, sampai sejuta buah dalam dua bulan peluncuran. Ini angka yang melebihi prediksi dan membuat orang berharap ini bisa menjadi titik balik bagi perusahaan yang semula bernama Research in Motion itu.
Seiring popularitasnya yang semakin menjulang, tak bisa dipungkiri jika Android menjadi sasaran empuk para penjahat cyber. Di sisi lain, ranah perangkat genggam pun kian dilirik untuk aktivitas mata-mata.
Sebuah killer feature disebut-sebut sedang dikembangkan Apple untuk disematkan pada iPhone 5S. Aplikasi tersebut dinilai menjadi strategi Apple untuk menyerang balik Android.
Jika benar harga Galaxy S 4 tak sampai Rp 6 juta, maka smartphone yang diklaim Samsung sebagai 'the next big thing' ini, bisa saja melibas produk-produk andalan kompetitornya, seperti BlackBerry Z10 dan iPhone 5.
Gonjang ganjing kehadiran iPhone 5S kembali menyeruak, kali ini yang muncul adalah perkiraan waktu peluncurannya. Suksesor dari iPhone 5 ini diyakini segera menyapa pasar.
Z10 menjadi senjata perdana BlackBerry dalam fase pertaruhannya. Memang, handset jagoan ini belum dilepas ke seluruh negara, namun kasak-kusuk seputar biaya komponen Z10 menyeruak ke permukaan.
Kehadiran iPhone generasi terbaru tampaknya masih terombang-ambing dalam ketidakpastian. Sampai bocoran foto komponen yang diduga berasal dari smartphone besutan Apple beredar di dunia maya.
Tren ponsel dan tablet atau biasa disingkat phablet menjadi populer di tengah masyarakat seiring dengan kehadiran Galaxy Note dan Note II. Melihat euforia itu, mungkinkah Apple melakukan hal serupa?