detikNews Mendes Marwan Luncurkan Buku Tentang Desa Mandiri Mendes meluncurkan buku tentang desa mandiri. Kamis, 25 Feb 2016 19:26 WIB
detikNews Lulus Memuaskan, M Qodari Resmi Sandang Gelar Doktor Ilmu Politik UGM Direktur eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari hari ini dinyatakan lulus ujian promosi doktor bidang ilmu politik di UGM. Kamis, 14 Jan 2016 18:19 WIB
detikNews Ketua MPR: Usut Tuntas Motif dan Sutradara Teror Bom Thamrin Ketua MPR meminta aparat Kepolisian mengusut tuntas teror bom tersebut. Kamis, 14 Jan 2016 17:02 WIB
detikNews 84 Persen Publik Dukung Hukuman Mati, UU Narkotika Harus Direvisi Survei membuktikan 84 persen masyarakat Indonesia mendukung hukuman mati. Survei ini bisa dijadikan modal untuk merevisi UU Narkotika. Minggu, 11 Okt 2015 11:36 WIB
detikNews Survei: 84 Persen Publik Mendukung Jokowi Eksekusi Mati Pengedar Narkoba Di sisi lain, aktivis HAM menolak hukuman mati itu. "Praktik barbar tersebut terbukti tidak efektif baik dalam efek jera," kata pegiat Kontras. Jumat, 09 Okt 2015 17:24 WIB
detikNews Setahun Pemerintahan Jokowi KPK Jadi Paling Terpercaya, DPR Sebaliknya "Tingkat kepercayaan publik tertinggi adalah pada KPK, TNI, dan Presiden," kata Muhammad Qodari dari Indo Barometer saat memaparkan hasil survei. Jumat, 09 Okt 2015 04:12 WIB
detikNews Ini Menteri yang Kinerjanya Dianggap Paling Memuaskan Secara umum tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri sebesar 37,1 persen dan yang tidak puas 46,7 persen. Siapa saya menteri yang memuaskan? Kamis, 08 Okt 2015 18:16 WIB
detikNews Aturan Kampanye Pilkada Dinilai Terlalu Menguntungkan Petahana Aturan kampanye Pilkada dianggap tidak adil karena terlalu menguntungkan calon dari unsur petahana. Mengapa? Kamis, 01 Okt 2015 12:23 WIB
detikNews Ini Penyebab Muncul Pasangan Tunggal di Pilkada 2015 Setelah 10 tahun di gelar Pilkada di Indonesia, baru tahun 2015 ini fenomena calon tunggal muncul. Mengapa baru sekarang muncul? Kamis, 01 Okt 2015 11:25 WIB
detikNews Perdebatan Kata 'Referendum' untuk Pilkada Calon Tunggal Penggunaan kata 'referendum' muncul untuk menyebut pemilihan kepala daerah dengan pasangan calon tunggal. Ada yang setuju, tak sedikit yang keberatan. Rabu, 30 Sep 2015 19:58 WIB