Rekapitulasi penghitungan suara nasional berjalan lambat. KPU kini hanya punya waktu dua hari untuk menyelesaikan rekapitulasi suara Pemilu 2014. Jika terlambat, konsekuensi hukum menunggu.
KPU RI menunda satu lagi rekapitulasi hasil penghitungan suara KPU Provinsi, kali ini terjadi untuk rekapitulasi KPU Provinsi Bengkulu. Rekap ditunda setelah perdebatan alot adanya perbedaan jumlah pemilih.
Memang banyak yang meragukan pelaksanaan Pemilu 2014 akan berjalan dengan aman. Masih ada sejumlah masalah yang belum dapat ditangani secara secepatnya ataupun karena masalah-masalah tersebut terkait dengan irisan politik praktis yang semakin kental dan tajam mendekati 9 April 2014.
Majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor menjatuhkan vonis bersalah untuk dua mantan pimpinan DPRD Seluma, Bengkulu Jonaidi Syahri dan Muchlis Tohir. Keduanya divonis empat tahun dan enam bulan penjara.
Ketua KPU Husni Kamil Malik mengunjungi pabrik pembuatan tinta pemilu di Kuningan, Jawa Barat. CV Tridaya yang berada di Kuningan, memproduksi tinta untuk disebarkan ke wilayah Pulau Sumatera dan Provinsi Banten.
Seorang penjual nasi di dekat rumah tempat eksekusi Feby Lorita (31) sibuk mengemas nasi dan lauk ke dalam kertas minyak. Penjual nasi bernama Yani (54) itu berkisah soal Ido, pelaku pembunuhan si cantik Feby.
Eks Wakil Ketua DPRD Seluma, Bengkulu, Jonaidi Syahri dan Muchlis Tohir dituntut hukuman 7 tahun penjara karena dianggap terbukti menerima suap terkait pengesahan Perda.
Pelaksanaan Pemilu 2014 yang akan diawali pada 9 April 2014 masih ditandai sejumlah kerawanan dan ancaman. Padahal stabilitas politik dan keamanan pasca Pemilu 2014 di Indonesia sangat diperlukan sebagai “titik picu landasan” untuk kejayaan Indonesia pada 2045, seperti yang diprediksi beberapa futurolog.