Sebagaimana hari Jumat biasa, saya pun turut meramaikan masjid untuk menunaikan ibadah salat Jumat. Dalam khotbah salat Jumat kali ini, temanya tidak jauh dengan penyambutanIdul Adha, yang tentu tidak lepas soal kurban.
9 November 2010 bisa dikatakan sebagai hari yang cukup heboh di Indonesia. Sebab 2 presiden bertamu, yakni Presiden AS, Barack Obama dan Presiden Austria, Heinz Fischer. Apakah penyambutannya sama?
Indonesia harus paham bahwa bagaimana pun Austria bukanlah negara sembarangan. Ia merupakan negara terbesar ke sepuluh dalam hal ekonomi di kawasan Eropa. Khususnya di antara negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa.
Prosesi penyambutan dan pengamanan bagi setiap kepala negara, digelar dalam standart protokoler sama. Tak ada perbedaan perlakuan antara yang diterapkan kepada Presiden AS dengan Presiden Austria.
Hujan masih mengguyur di kawasan sekitar Istana Kepresidenan. Upacara kenegaraan untuk menyambut Presiden AS Barack Obama pun dipindahkan ke teras Istana Merdeka.
Secara politik Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi AS. Pasalnya Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam khususnya energi. Juga, merupakan market yang sangat potensial untuk produk ekspor AS.
Selain Presiden Obama, Presiden Austria, Heinz Fischer, hari ini juga mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Agendanya memperkuat hubungan bilateral bidang pendidikan, ekonomi dan dialog antar umat beragama.
Presiden AS Barack Obama tidak ada rencana mengunjungi bekas sekolahnya di Menteng, Jakarta. Tidak ada pula agenda nostalgia khusus dengan teman-teman lama. Satu-satunya kesempatan adalah saat Obama berpidato di kampus UI Depok.