Sebanyak 2 ribu demonstran hari ini berkumpul di depan Gedung Parlemen Thailand yang terletak di kota Bangkok. Mereka menentang Rancangan Undang-undang Amnesti yang dinilai menguntungkan rezim korup Thailand.
Keterlibatan AS untuk mengakhiri huru hara di Mesir sepertinya tidak membawa hasil yang memuaskan. Pendapat 2 senator AS yang datang ke Mesir menyebut pelengseran Mursi dari kursi presiden sebagai kudeta tidak bisa diterima.
Atas nama demokrasi, perlukah Mesir bersimbah darah? Padahal demokrasi mengajarkan kepada umat manusia tentang pentingnya adu gagasan, bukan penindasan bersenjata.
Kepala Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri menuduh Amerika Serikat merencanakan dengan militer Mesir, para tokoh sekuler dan Kristen Mesir untuk menggulingkan presiden terpilih Mesir, Mohamed Morsi.
Thailand melakukan pengamanan internal di sebagaian wilayah ibu kota Bangkok menjelang serangkaian demonstrasi politik yang dimulai akhir pekan nanti.Pengamanan akan dilakukan pada 3 kabupaten di pusat kota Bangkok dari Kamis hari ini sampai 10 Agustus nanti.
Ratusan umat Islam dari berbagai organisasi menggelar aksi keprihatinan tragedi berdarah di Mesir. Massa yang tergabung dalam 'Save Egypt' itu menggelar aksi di titik nol kilometer di simpang Empat Kantor Pos Besar, Yogyakarta.
Sekitar 50 orang mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Muslim Peduli Mesir melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (30/7/2013). Mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk ikut berperan aktif mengupayakan perdamaian di Mesir.