PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menurunkan tarif KRL Commuter Line Jabodetabek. Pasca penurunan tarif ini, jumlah penumpang KRL pun ikut naik dratis.
Murahnya tarif baru KRL Commuter Line membuat lonjakan penumpang meski di akhir pekan. Meski demikian, keterlambatan KRL dari jadwal masih dikeluhkan penumpang.
DPR memiliki saran khusus untuk perbaikan layanan KRL Commuter Line Jabodetabek. Setidaknya ada 2 hal yang perlu diperhatikan KAI sebagai operator KRL.
Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini memantau layanan baru PT KAI yaitu tiket elektronik. Dahlan yang pergi naik kereta rel listrik (KRL) itu pun pulang memakai KRL pula.
Tiket elektronik Multi Trip untuk layanan kereta rel listrik (KRL) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sudah dipasarkan di 60 Stasiun.
KAI terus bebenah untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. Di tengah pembenahan tersebut, banyak sekali kritikan dan kadang hujatan yang disampaikan para masyarakat.
Tarif progresif KRL Commuter Line yang lebih murah dari rencana tarif awal tampaknya membuat masyarakat antusias naik moda transportasi ini. Tampak gerbang kereta dan fasilitas parkir membeludak.
Penasaran dengan layanan tiket elektronik KRL, Menteri BUMN Dahlan Iskan mencoba menggunakan tiket elektronik tersebut dari Stasiun Juanda ke Stasiun Manggarai.