Kementerian PUPR menurunkan alokasi anggaran FLPP tahun ini, yang semula dianggarkan sebesar Rp 9,7 triliun menjadi hanya Rp 3,1 triliun. Ini alasannya!
Koperasi memberi kesejahteraan anggotanya, memberikan kontribusi nyata pembangunan ekonomi. Koperasi menciptakan lapangan kerja dan pemerataan kesejahteraan.
Anggaran untuk penyaluran KPR menggunakan skema FLPP dipotong oleh pemerintah. Hal ini berdampak ke BTN yang tidak lagi menyalurkan KPR subsidi tersebut.
Meskipun anggaran FLPP turun dari semula Rp 9,7 T menjadi Rp 3,1 T, namun dikompensasi dengan kenaikan Subsidi Selisih Bunga dari Rp 312 M menjadi Rp 615 M.