"Hati-hati, Kalimantan itu masih hutan semua", pesan Ibu yang disampaikan dengan nada cemas sebelum keberangkatan saya, kembali terngiang ditelinga saat melanjutkan petualangan di tanggal 18 Oktober 2010 untuk menelusuri Kalimantan.
Sebuah tempat yang luasnya mencapai 5 Ha dengan fasilitas lengkap untuk kebutuhan keluarga dan perusahaan anda telah tersedia oleh Caldera Indonesia river resort.
Saat berkunjung pertengahan Oktober 2010, udara Pulau Biak sedang panas-panasnya. Jam di tangan sempat mencatat suhu 35 derajat. Konon, udara seperti ini tandanya akan turun hujan malam harinya. Sayang, hujan memang tidak jadi turun sepanjang hari. Tapi sejuknya air Sungai Parai sudah lebih dari cukup mendinginkan kulit.
Kepolisian Hungaria menangkap salah seorang pimpinan perusahaan pemilik pabrik alumina terkait bencana banjir lumpur merah beracun di negeri itu. Bencana itu menewaskan setidaknya 8 orang.
Tumpahan limbah beracun dari pabrik aluminium di Hungaria kian meluas. Lumpur merah itu kini telah mencapai Danube, salah satu sungai terbesar di Eropa. PM Hungaria Viktor Orban pun menyebut itu sebagai bencana ekologi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Untuk mendukung eksploitasi batubara di Sumatera Selatan, Pelindo II berencana meningkatkan transportasi angkutan batubara di sungai Musi. Salah satu caranya membangun pelabuhan batubara.
Jika ke Pulau Lingga, tak lengkap rasanya jika tak menyempatkan diri untuk berkunjung ke Daik. Di kota kecil nan ramah ini kita bisa menilik sejarah perkembangan budaya melayu yang saat ini menyebar hampir ke sebagian besar wilayah Indonesia terutama Indonesia bagian barat hingga Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.