Letjen Moeldoko terpilih menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo yang memasuki masa pensiun. Letjen Moeldoko dinilai tepat untuk menggantikan posisi Pramono.
Presiden SBY menunjuk Letjen TNI Moeldoko sebagai Kepala Staf Angkatan Darat yang baru. Sore ini, Letjen Moeldoko akan dilantik oleh presiden di Istana Negara.
20 Mei 1998. Suasana mencekam di Jalan Cendana, kediaman Presiden Soeharto. Sampai malam, tamu-tamu penting berdatangan. Asisten Menteri-Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra, memperhatikan kesibukan itu. Hari itu juga Yusril menelepon Ketua MA Sarwata dan membuat Sarwata panik.
Saya kira itu adalah kebesaran jiwa. Apa yang terjadi di Timur Tengah, terhadap Muammar Khadafi. Mereka betul-betul perang saudara. Sebenarnya, Pak Harto sejak 1997 sudah ngomong mau mundur. Ada isyarat mau mundur. Mensesneg dan saya sering diskusikan ini. Kami berharap, 1997 Pak Harto mundur. Tapi Harmoko dan Ginandjar habis safari ke daerah-daerah nyebutin kalau presiden ini masih dibutuhkan di daerah-daerah.
Letjen Moeldoko ditunjuk Presiden SBY sebagai suksesor KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo yang memasuki masa pensiun. Moeldoko mengemban tugas menjadikan TNI AD yang kapabel, profesional.