Rencana gelar pasukan besar-besaran oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat, membuat Korea Utara berang. Media-media di Korut memberitakan kalau Semenanjung Korea sudah berada di ambang perang.
Diktator Korut Kim Jong Il danĀ suksesornya, Kim Jong Un, dilaporkan mengunjungi markas artileri, yang menembakkan serangan ke Korsel, beberapa jam sebelum serangan terjadi. Serangan ini dianalis untuk memoles Kim muda yang kurang dikenal.
Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak telah menunjuk Menteri Pertahanan baru pasca pengunduran diri Kim Tae-young. Penasihat keamanan presiden, Lee Hee-won, dipilih untuk menggantikan Tae-young.
Korea Selatan menambah jumlah pasukannya di perbatasan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman Korea Utara yang diduga akan meningkatkan serangan.
Jumlah korban tewas akibat serangan artileri Korea Utara bertambah menjadi 4 orang. Polisi Korea Selatan menemukan 2 warga sipil tewas akibat bombardir Korut di Pulau Yeonpyeong, Korsel.