Laporan Al Jazeera mengungkap ribuan warga Palestina "lenyap" akibat senjata termal Israel di Gaza. Investigasi mendokumentasikan 2.842 orang tanpa jejak.
Indonesia menyalurkan bantuan pangan senilai US$ 12 juta atau Rp 200 miliar bagi warga Gaza, Palestina untuk merespons krisis pangan akibat serangan Israel.
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, menegaskan bahwa Gaza adalah tanah Palestina dan hak-hak rakyatnya "tidak dapat dirampas oleh agresi apa pun."
Kepala negosiator Hamas, Khalil mengumumkan jaminan akhir perang dari AS dan mediator. Kesepakatan mencakup pembebasan tahanan dan penarikan pasukan Israel.
Aliansi Pemuda Indonesia menggelar aksi 'Solidaritas Pemuda Indonesia untuk Palestina' di Monas. 1.722 personel pengamanan disiagakan untuk mengawal aksi.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mendesak Netanyahu menangkap Presiden Mahmoud Abbas, jika Dewan Keamanan PBB mendukung negara Palestina.