Perayaan Imlek dengan kue keranjang tak pernah terlewatkan. Kue keranjang bukan cuma sekedar kue tapi juga persembahan untuk Dewa Dapur bagi tradisi Tionghoa yang diharapkan bisa memberikan berkah.
Cara termudah dan termurah untuk menutupi dan memperindah bodi kendaraan Anda adalah dengan menempel bodi dengan cutting stiker yang memiliki grafis menarik.
Letak warung ini bukanlah berada di pinggiran jalan, melainkan di pojok sebuah mal. Selain interior yang ditata bak jaman baheula, semua makanan yang ditawarkan pun bermenu tradisional. Selain rawon, gudeg ada pula nasi bogana yang makin sedap saat disantap bersama es cincau hijau atau segelas wedang jahe anget!
Kalau Anda sangat senang dengan tapai, pasti tak mau ketinggalan dengan jajanan khas Cirebon yang satu ini. Tapai ketan Cirebon, hampir mirip dengan tapai ketan hitam yang sering menjadi teman setia uli khas Betawi. Meskipun begitu perbedaan selalu saja ada. Penasaran?
Crepe alias kue dadar khas kota udang ini memang sudah tak banyak penjualnya. Aroma wangi kelapa dan ketan yang ditipiskan di atas wajan sangat gurih menggoda. Tambahan pisang halus plus gula merah melengkapi kelegitan kue ini. Kres..kres.. legit gurih enak!
Dalam mangkuk mungil racikan khas ranah Minang ini sungguh menggoda. Kuahnya bening dengan suwiran daging plus suun dan perkedel. Aroma klabet dan cengkih yang menguap harum dari kuah yang mengepul sangat menggelitik hidung. Nyaris membuat air liur titik. Slruup... lemak nian!!!
Bau harum daging panggang yang mendesis di atas panggangan menggelitik hidung dan membuat perut semakin kemerucuk lapar. Di atas meja kimchee, kalbi dan Sundubu Chige yang kemepul panas, sungguh mengugah selera. Sore itu kami pun bak dijamu oleh nyonya Korea!
Es yang cukup tersohor asal Bandung ini ternyata sudah merambah kota Jakarta dengan berbagai versi. Sekilas Es Sekoteng Oyen ini mirip dengan es campur, isinya komplet mulai dari pacar cina, kelapa muda, kolang kaling, nangka, dan alpukat. Diberi serutan es plus susu diatasnya membuat es ini makin sueger!