Smelter ini memiliki kapasitas produksi 1,7 juta ton konsentrat tembaga. Selain itu, output dari smelter ini menghasilkan 600-700 ribu ton katoda tembaga.
Pemerintah telah mengizinkan ormas keagamaan mengelola tambang. Menurut Menteri Bahlil presiden terpilih Prabowo Subianto juga setuju kebijakan tersebut.