Tidak hanya Jam Gadang dan Kediaman Bung Hatta yang bisa dikunjungi di sini, tetapi ada beberapa tempat lain yang akan sangat sayang bila anda tidak mampir.
Pagi-pagi buta kami beranjak dari penginapan Pondok Remaja Rhino menuju Pulau Peucang. Cuaca pantai yang dingin menusuk tulang. Meski dua lapis baju kupakai, tapi suasana tepi pantai di Sumur tetap saja membuatku berpikir, “Kemanakah petualangan ini selanjutnya?”
Ketika Anandita Puspitasari, peserta ACI, melempar twit berisi permintaan rekomendasi makanan enak di Sumatera Barat beberapa waktu lalu, sejumlah teman kompak menjawab: gulai itik lada hijau. Makanan apa itu?
Gulai Itiak Lado Mudo di Ngarai Sianok saya rekomendasikan untuk penyuka itik dan makanan pedas. Ladonya pedas & bikin nagih. Bila mampir ke Pasar Ateh, cobalah nasi Kapau di belakangnya. Bukittinggi memang surga untuk para penikmat kuliner tradisional.
Berwisata ke daerah yang belum pernah didatangi, tidak harus ke tempat-tempat hiburan atau alam yang indah. Mempelajari kehidupan sosial masyarakat setempat dengan adat istiadat dan sejarahnya pun cukup menyenangkan.
Pengalaman para peserta Aku Cinta Indonesia (ACI) detikcom tidak hanya di lokasi wisata yang dikelola khusus. Di Jambi, Jembatan Batang Hari II yang pembangunan dan pengoperasiannya molor, justru menyuguhkan eksotisme khususnya di sore hari.
"Sea food bukan sembarang sea food." Frase ini rasanya pas sekali untuk menggambarkan nikmatnya sajian hidangan laut yang dimasak dengan bumbu-bumbu khas racikan penduduk Belitung.
Tahu ragam bahasa daerah banyak gunanya. Seperti pengalaman para peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom, yang beruntung ditemani pemandu lokal selama berpetualang.