Situasi di Thailand kian memanas. Ratusan polisi antihuru-hara hari ini dikerahkan ke depan barikade yang dipasang demonstran di distrik bisnis Silom di Bangkok. Ini dilakukan setelah serangan granat di daerah itu yang menewaskan 3 orang.
Pemerintah Thailand menuding demonstran "Red Shirts" sebagai pelempar granat yang meledak sehingga menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 3 orang tewas dan 75 lainnya terluka dalam kejadian ini.
Para demonstran antipemerintah terus melakukan aksi unjuk rasa di Bangkok, Thailand. Tentara dan polisi antihuru-hara pun berupaya menghalau massa dengan menggunakan gas air mata dan water cannon.
Aksi demonstrasi di Thailand terus berlangsung. Bahkan para demonstran sempat melampiaskan kemarahan mereka pada polisi antihuru-hara di Bangkok. Massa melempari polisi dengan telur dan botol air minum plastik.
Ribuan demonstran pendukung mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra kembali melanjutkan aksi mereka. Mereka bergerak menuju pangkalan militer di Bangkok seiring kian dekatnya deadline bagi PM Abhisit Vejjajiva untuk membubarkan parlemen.
Iran kembali dilanda aksi demo besar-besaran. Ratusan ribu mahasiswa Iran turun ke jalan dan melakukan demo antipemerintah. Mereka meneriakkan "Matilah Diktator!"
Pengadilan Myanmar menunda pembacaan putusan terhadap kasus pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi. Putusan yang tadinya akan dibacakan hari ini ditunda hingga 11 Agustus mendatang.
Ratusan demonstran Uighur kembali bentrok dengan polisi antihuru-hara di Urumqi, ibukota wilayah Xinjiang, China. Bentrokan ini terjadi dua hari setelah kerusuhan etnis yang menewaskan ratusan orang.
Iran dilanda aksi demo memprotes hasil pilpres yang dimenangi Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Uni Eropa mendesak Iran untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap para pendemo.