Di samping para aparat ada pula penumpang lain (terutama di gerbong 8 dan gerbong 1) yang berbuat sama. Selalu tidak beli karcis atau hanya cukup membayar Rp 3 ribu kepada kondektur di atas kereta.
BBM naik, tunjangan wakil rakyat melonjak Rp 10 juta/bulan. Hal ini sungguh ironis, mengingat rakyat tengah mengatur strategi bagaimana bisa bertahan hidup.
Rencana PT KA menaikkan tarif KRL Ekspres sebesar 30 persen pada November mendatang tidak realistis. Selain kenaikannya terlalu besar, waktunya juga tidak tepat.
Biaya perawatan digratiskan. Janji inilah yang kerap mampir ke telinga korban tabrakan KRL meskipun faktanya banyak korban yang harus menebus biaya perawatan.