Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat-Israel telah menewaskan bos intelijen korps tersebut pada hari Senin (6/4).
Seorang pria Inggris didakwa berdasarkan undang-undang kejahatan siber di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), karena diduga merekam rudal Iran di atas kota tersebut.
Otoritas Iran mengeksekusi mati dua pria karena menjadi anggota kelompok oposisi terlarang dan melakukan tindakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah.
Iran menetapkan tenggat waktu satu bulan untuk menegosiasikan kesepakatan guna membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade AS, dan mengakhiri perang.