Belum lama musibah yang terjadi di Turki, tragedi serupa terulang di tiga kota di Arab Saudi. Namun Facebook belum mengaktifkan Safety Check untuk serangan itu.
Seorang pria di Connecticut, Amerika Serikat mengaku bersalah atas penembakan ke sebuah masjid kosong di dekat rumahnya. Pria AS itu divonis enam bulan penjara.
Kepolisian Prancis menangkap seorang pria yang merencanakan serangan teror. Pria ini berencana menyerang turis Amerika dan Rusia di lokasi wisata setempat.
Pengadilan Turki menjatuhkan vonis lebih dari 120 tahun penjara untuk 3 anggota ISIS. Ketiganya membunuh seorang sopir truk dan dua personel keamanan Turki.
Gelombang baru militan ISIS mulai bergerak ke Eropa. Belgia memperingatkan kemungkinan ISIS melancarkan teror di wilayahnya juga di Prancis, dalam waktu dekat.
AS kembali diguncang aksi penembakan massal. Para pemimpin dunia beramai-ramai mengutuk penembakan di kelab malam di Orlando yang menewaskan 50 orang itu.